Langsung ke konten utama

Review Series Sex Education season 3 (2021)

https://www.instagram.com/sexeducation/


Otis Milburn dkk is back!!! Sex Education season 3 telah dirilis di Netflix, masih dibintangi oleh Asa Butterfield sebagai Otis Milburn, Emma Mackey sebagai Meave Wiley, Ncuti Gatwa sebagai Eric Effiong, Jemima Kirke sebagai Hope Haddon dan juga masih dibintangi oleh aktor-aktor dari season sebelumnya.

Pada season 3 ini SMA Moordale mendapatkan kepala sekolah baru, Hope Haddon, yang berusaha untuk “merubah” citra SMA Moordale yang terkenal dengan julukan sekolah seks. Sex Edu season 3 ini merupakan lanjutan langsung dari season sebelumnya, beberapa karakter melanjutkan hubungan asmara mereka seperti Otis dan Ruby, Meave dan Issac, Adam dan Eric, Aimee dan Steve dan masih banyak lagi. Season 3 ini berfokus pada kehidupan sekolah Otis dkk yang sudah memasuki tahun terkahir, selain itu juga menyoroti beberapa karakter selain para murid, seperti Michael Groff, Jean Milburn dan juga Hope Haddon itu sendiri.

Secara alur cerita, sebenarnya Sex Education season 3 ini cenderung lambat dan biasa saja, konflik yang dialami tidak terlalu rumit, cenderung ringan untuk dipahami. Namun, terdapat makna tersirat yang sangat penting dalam series berbahasa inggris (UK) ini. Seperti kebebasan anak muda untuk berekspresi, saling percaya dengan keluarga dan sahabat dan juga mengutarakan isi hati kita kepada seseorang. Makna “edukasi” dalam season 3 ini benar-benar tersampaikan.

Terdapat beberapa plot yang dirasa kurang pada season 3 ini, seperti saat momen berakhirnya hubungan Otis dan Ruby motivasi mereka seperti kurang kuat untuk melakukan itu, dan juga saat momen Meave putus dengan Issac. Namun development beberapa karakter pada series ini patut diacungi jempol, seperti karakter Adam Groff yang mulai menemukan jati dirinya dan sang ayah Michael Groff yang mulai bisa membuka diri. Kecangunggan antara Otis dan Meave pada awal-awal episode sungguh terasa yang membuat para penonton gemas. Pada akhir episode, kita akan dibawa dengan suasana sedih, haru sekaligus bahagia. Kita seakan-akan dibuat harus merelakan berpisahnya beberapa karakter dengan pasangan mereka, namun memang itulah jalan yang harus mereka ambil.

Secara keseluruhan, penulis sangat menyukai persahabatan antara Otis dan Eric, mereka saling membantu, saling menguatkan dan selalu ada saat senang dan susah. Begitu pun persahabatan Meave dan Aimee yang juga tidak jauh berbeda dengan Otis dan Eric. Walaupun series ini merupakan series 18+ namun cerita persahabatan yang ditampilkan benar-benar membuat penonton tersenyum. Jika kalian sudah menonton season 1 dan 2 maka season ketiga ini juga harus kalian tonton, tapi juga harus berhati-hati karena terdapat banyak adegan vulgar yang mungkin bisa menganggu. Untuk season 3 ini penulis memberikan nilai 7.5/10.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Pengabdi Setan 2 : Communion (2022)

  Pengabdi Setan 2 Communion merupakan salah satu film yang paling ditunggu pada tahun 2022. Film ini merupakan sekuel dari film pertamanya yang rilis 5 tahun silam. Masih disutradarai oleh Joko Anwar dan juga dibintangi oleh para pemain di film sebelumnya, seperti Tara Basro sebagai Rini, Endy Arfian sebagai Toni, Nasar Anuz sebagai Bondi, Bront Palare sebagai Bapak, Muzakki Ramdhan sebagai Wisnu dan Egi Fedly sebagai Budiman Syeilendra. Film kedua Pengabdi Setan ini berfokus pada Rini dan keluarganya pasca kejadian pada film pertama, mengambil setting pada tahun 1984, kini Rini dan keluarga tinggal di sebuah rumah susun, selama 3 tahun mereka hidup dengan tenang hingga akhirnya teror dari sekte pengabdi setan kembali menghampiri mereka. Dari awal film, kita sudah disuguhkan dengan kengerian dari sekte pengabdi setan, kemudian selama kurang lebih satu jam kita akan dikenalkan dengan para penghuni rumah susun beserta teror-teror di dalamnya. Film ini memiliki beberapa jumpscare yan...

Review Film Uncharted (2022)

pic : IMDB Uncharted merupakan sebuah film yang bergenre petualangan yang bercerita tentang perburuan harta karun. Film ini dibintangi oleh Tom Hollad sebagai Nathan Drake, Mark Wahlberg sebagai Victor Sullivan, Antonio Banderas sebagai Santiago Moncada dan Sophia Ali sebagai Chloe Frazer. Film ini menceritakan seorang pemuda bernama Nathan Drake yang berprofesi sebagai bartender yang direkrut oleh seorang pemburu harta karun bernama Victor Sullivan. Kedua orang ini berusaha menemukan emas yang hilang dari peninggalan Ferdinand Magellan dengan berbagai teka-teki serta pentunjuk yang mereka kumpulkan. Film berdurasi 2 jam ini terasa cepat dan terasa begitu biasa. Konflik yang dihadapi Drake dan Sully terasa tidak berarti karena mereka dapat melewati berbagai tantangan dengan sangat mudah. Adegan aksinya cukup seru tapi terlihat lempeng-lempeng saja dan seharusnya bisa dibuat lebih menegangkan. Karakter development untuk film ini juga terasa kurang, kita tidak pernah tahu bagaimana l...

Review Film Everything Everywhere All At Once (2022)

pic : IMDB Everything Everywhere All at Once adalah sebuah film Tiongkok-America yang ditulis dan digarap oleh Dan Kwan dan Daniel Scheinert. Film dengan genre Sci-Fi/Comedy ini dibintiangi oleh Michelle Yeoh sebagai Evelyn Quan, Stephanie Hsu sebagai Joy Wang, Ke Huy Quan sebagai Waymond Wang, Jamie Lee sebagai Curtis dan James Hong sebagai Gong Gong. Film ini menceritakan sebuah keluarga Tionghoa yang terdiri dari Evelyn, Joy, Waymond dan Gong Gong. Keluarga ini memiliki bisnis penatu yang bisa dikatakan tidak terlalu sukses ditambah berbagai permasalahan yang muncul pada keluarga ini. Suatu hari, Evelyn mendapat pesan dari Waymond yang berasal dari universe lain untuk memperingatkan Evelyn tentang suatu bahaya besar yang akan menghancurkan seluruh semesta. Film dengan durasi 140 menit ini terdiri dari tiga babak. Pada babak awal film, cerita yang dibangun sebenarnya sudah bagus dan membuat para penonton penasaran tetapi memasuki pertengahan film ceritanya mulai flat tetapi tidak...