Langsung ke konten utama

Review Series All Of Us Are Dead (2022)

https://www.imdb.com/title/tt14169960/mediaviewer/rm1351868929/

Satu lagi series dari Korea Selatan yang bertema zombi apokalips, kali ini mengambil judul All of Us are Dead. Merupakan series yang mengadaptasi cerita webtoon dan digarap oleh Netflix dengan total 12 episode. Masing-masing episode berdurasi kurang lebih 50-60 menit.

Series ini menceritakan sekelompok anak SMA yang harus bertahan melawan wabah zombi yang menyerang sekolah mereka. Series ini mengambil setting di kota Hyosan, terutama di SMA Hyosan, karena memang wabah zombie berawal dari sana.

Selama series ini, kita akan dibuat penasaran sekaligus tegang saat menyaksikan Cheong-San dkk harus bertahan melawan zombie, dan ada pula adegan-adegan sadis yang mungkin akan mengganggu para penonton

Series ini mungkin merupakan series bertema zombi dengan jalan cerita yang sangat baik. Asal-usul virus yang menyebabkan wabah ini sangat jelas dan memiliki motivasi yang kuat, sehingga virus ini bisa tercipta. Selain itu, cara untuk mengatasi wabah di series ini juga cukup unik, bukannya menciptakan obat, namun malah melakukan pengeboman.

Sama seperti judulnya, series ini juga sangat tega membunuh karakter-karakter penting selama series, sehingga membuat kita para penonton ikut terbawa suasana sedih ketika para karakter ini mati. Selain tentang zombi, series ini juga menyoroti kasus perundungan yang terjadi di sekolah, yang sebenarnya sangat relate dengan kehidupan nyata.

Untuk para karakter di series, kita pasti setuju jika karakter Gwi-Nam adalah karakter yang menjengkelkan, selain tidak bisa mati ia justru bisa membalaskan dendamnya kepada Cheong-San pada akhir cerita. Namun karakter yang paling menarik perhatian penulis di series ini bukanlah sang karakter utama, melainkan karakter pemanah wanita, yaitu Ha-Ri. Sikapnya yang dingin namun dengan santai dan tenang mampu menghabisi banyak zombi dengan busur panahnya.

Series ini sangat layak buat ditonton, apalagi jika kalian suka dengan genre series seperti ini. Kalau menurut kalian gimana series All of Us are Dead ini? Coba komen di bawah ya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Film Pengabdi Setan 2 : Communion (2022)

  Pengabdi Setan 2 Communion merupakan salah satu film yang paling ditunggu pada tahun 2022. Film ini merupakan sekuel dari film pertamanya yang rilis 5 tahun silam. Masih disutradarai oleh Joko Anwar dan juga dibintangi oleh para pemain di film sebelumnya, seperti Tara Basro sebagai Rini, Endy Arfian sebagai Toni, Nasar Anuz sebagai Bondi, Bront Palare sebagai Bapak, Muzakki Ramdhan sebagai Wisnu dan Egi Fedly sebagai Budiman Syeilendra. Film kedua Pengabdi Setan ini berfokus pada Rini dan keluarganya pasca kejadian pada film pertama, mengambil setting pada tahun 1984, kini Rini dan keluarga tinggal di sebuah rumah susun, selama 3 tahun mereka hidup dengan tenang hingga akhirnya teror dari sekte pengabdi setan kembali menghampiri mereka. Dari awal film, kita sudah disuguhkan dengan kengerian dari sekte pengabdi setan, kemudian selama kurang lebih satu jam kita akan dikenalkan dengan para penghuni rumah susun beserta teror-teror di dalamnya. Film ini memiliki beberapa jumpscare yan...

Review Film Uncharted (2022)

pic : IMDB Uncharted merupakan sebuah film yang bergenre petualangan yang bercerita tentang perburuan harta karun. Film ini dibintangi oleh Tom Hollad sebagai Nathan Drake, Mark Wahlberg sebagai Victor Sullivan, Antonio Banderas sebagai Santiago Moncada dan Sophia Ali sebagai Chloe Frazer. Film ini menceritakan seorang pemuda bernama Nathan Drake yang berprofesi sebagai bartender yang direkrut oleh seorang pemburu harta karun bernama Victor Sullivan. Kedua orang ini berusaha menemukan emas yang hilang dari peninggalan Ferdinand Magellan dengan berbagai teka-teki serta pentunjuk yang mereka kumpulkan. Film berdurasi 2 jam ini terasa cepat dan terasa begitu biasa. Konflik yang dihadapi Drake dan Sully terasa tidak berarti karena mereka dapat melewati berbagai tantangan dengan sangat mudah. Adegan aksinya cukup seru tapi terlihat lempeng-lempeng saja dan seharusnya bisa dibuat lebih menegangkan. Karakter development untuk film ini juga terasa kurang, kita tidak pernah tahu bagaimana l...

Review Film Everything Everywhere All At Once (2022)

pic : IMDB Everything Everywhere All at Once adalah sebuah film Tiongkok-America yang ditulis dan digarap oleh Dan Kwan dan Daniel Scheinert. Film dengan genre Sci-Fi/Comedy ini dibintiangi oleh Michelle Yeoh sebagai Evelyn Quan, Stephanie Hsu sebagai Joy Wang, Ke Huy Quan sebagai Waymond Wang, Jamie Lee sebagai Curtis dan James Hong sebagai Gong Gong. Film ini menceritakan sebuah keluarga Tionghoa yang terdiri dari Evelyn, Joy, Waymond dan Gong Gong. Keluarga ini memiliki bisnis penatu yang bisa dikatakan tidak terlalu sukses ditambah berbagai permasalahan yang muncul pada keluarga ini. Suatu hari, Evelyn mendapat pesan dari Waymond yang berasal dari universe lain untuk memperingatkan Evelyn tentang suatu bahaya besar yang akan menghancurkan seluruh semesta. Film dengan durasi 140 menit ini terdiri dari tiga babak. Pada babak awal film, cerita yang dibangun sebenarnya sudah bagus dan membuat para penonton penasaran tetapi memasuki pertengahan film ceritanya mulai flat tetapi tidak...